-->

Rpl dan pemecahan masalah

Written By Anisa film on Jumat, 14 Juni 2013 | 6/14/2013 01:36:00 AM


MENGENAL RPL
1. Pengertian RPL
2. Tujuan RPL
3. Ruang Lingkup RPL
4. RPL dan Disiplin Ilmu Komputer
5. RPL dan Disiplin Ilmu Lain
6. Perkembangan RPL
7. Propfesi dan Sertifikasi
8. RPL dan Pemecahan Masalah

Secara konsep, rekayasa perangkat lunak memiliki kedekatan dengan prinsip-prinsip pemecahan masalah. Pemahaman tentang masalah, strategi, dan proses pemecahan masalah serta pendekatan sistem pada pemecahan masalah, akan sangat membantu pada proses rekayasa perangkat lunak.

Masalah dan gejala

Masalah (problem), adalah: perbedaan antara kondisi yang terjadi dan kondisi yang diharapkan. Atau boleh juga diartikan sebagai perbedaan antara kondisi sekarang dengan tujuan yang diinginka. Sebagai contoh: seorang siswa berharap memperoleh nilai di atas 80 untuk ujian mata pelajaran Pemrograman C++, namun pada kenyataannya dia hanya memperoleh nilai 60. Adanya perbedaan ini menunjukkan adanya masalah.

Gambar 1.9: Profesi dokter
Seringkali kita kesulitan membedakan antara gejala dan masalah. Gejala, adalah: tanda/petunjuk terjadinya suatu masalah. Perhatikan seorang yang berprofesi sebagai dokter pada gambar 1.9. Seorang dokter dalam usaha mengobati penyakit pasien selalu bertanya dulu tentang gejala-gejala yang dirasakan pasien, kemudian menyimpulkan bahwa pasien menderita penyakit tertentu dan menentukan obat yang tepat. Pusing, demam, batuk, dan pilek merupakan gejala atau tanda dari penyakit flu. Apabila dokter hanya memberi obat sakit kepala, maka penyakit flu tidak akan sembuh. Satu masalah mungkin memiliki satu gejala, tetapi mungkin juga lebih (perhatikan gambar 1.10).

Gambar 1.10: Gejala dan masalah

Mungkin kita bertanya-tanya apa hubungan masalah dan gejala dengan RPL. Seperti telah disampaikan pada awal label sebelumnya, perangkat lunak yang merupakan hasil dari RPL merupakan alat bantu yang digunakan untuk menyelesaikan tugas/masalah tertentu. Apabila kita tidak mengetahui dengan benar masalahnya, mustahil kita dapat menentukan bagaimana menyelesaikannya. Dan, untuk mengetahui dengan baik masalah, maka pengetahuan tentang gejala dari masalah menjadi sangat penting.

Tipe-tipe masalah

Masalah dapat dikelompokkan seperti pada gambar 1.11.

Gambar 1.11: Tipe-tipe masalah (Deek et al, 2005)
  • Masalah pemenuhan standar
    Tipe masalah dalam kelompok ini adalah masalah-masalah yang berhubungan dengan pencapaian standar yang telah ditentukan dalam sebuah organisasi. Biasanya tujuan seperti ini berlaku dalam jangka yang relative panjang.
  • Masalah pemilihan alternative
    Masalah dalam kelompok ini berhubungan dengan bagaimana memilih solusi terbaik dari berbagai alternative berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Permasalahan ini seringkali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti: bagaimana memilih sekolah yang tepat, memilih lokasi tempat tinggal, memilih bidang pekerjaan. Masing-masing alternatif dan kriteria memiliki bobot yang telah disepakati.
  • Masalah pemenuhan kepuasan konsumen
    Pada organisasi-organisasi yang bersifat profit (mencari keuntungan), masalah-masalah pada kelompok ini merupakan tipe yang seringkali muncul. Konsumen memiliki berbagai macam keinginan yang satu sama lain berbeda. Memenuhi seluruh keinginan konsumen sangat tidak mungkin dan sangat memberatkan sebuah organisasi. Oleh karena itu perlu dicari pemecahan yang sama-sama menguntungkan, baik bagi konsumen maupun organisasi tersebut.
  • Masalah pencapaian tujuan
    Tipe ini mirip dengan tipe pertama (masalah pemenuhan standar). Yang berbeda adalah, pada tipe ini tujuan yang ingin dicapai dapat berubah-ubah dan bersifat jangka pendek.

Pemecahan masalah

Pemecahan masalah adalah sebuah proses dimana suatu situasi diamati, kemudian bila ditemukan ada masalah maka dibuat penyelesaiannya dengan cara menentukan masalah, mengurangi, atau menghilangkan masalah atau mencegah masalah tersebut terjadi. Ada banyak urutan proses pemecahan masalah yang diajukan oleh para ahli, salah satunya seperti terlihat pada gambar 1.12.

Pada gambar 1.12 terlihat serangkaian tahapan proses yang berbeda, yang dapat digunakan dalam berbagai tingkatan tergantung dari tipe dan sifat masalahnya. Masalah yang berbeda membutuhkan penggunaan cara yang berbeda, bahkan mungkin urutannyapun juga berbeda. Tahapan kritis dari proses pemecahan masalah adalah Pendefinisian Masalah. Apabila masalah tidak cukup jelas didefinisikan, maka tahapan-tahapan berikutnya sulit untuk dijalankan. Bahkan apabila dipaksakan, kemungkinan besar penyelesaian yang tepat tidak akan diperoleh.

Gambar 1.12: Proses pemecahan masalah (diadopsi dari Deek et al, 2005)

Secara umum proses pemecahan masalah dapat dilakukan dengan empat tahapan utama, yaitu:
  • Memahami dan mendefinisikan masalah
    Bagian ini merupakan bagian yang sangat penting karena menjadi awal dari seluruh proses pemecahan masalah. Tujuan pada bagian ini adalah memahami masalah dengan baik dan menghilangkan bagian-bagian yang dirasa kurang penting.
  • Membuat rencana untuk pemecahan masalah
    Pada bagian ini ada dua kegiatan penting yaitu:
    • mencari berbagai cara penyelesaian yang mungkin diterapkan
    • membuat rencana pemecahan masalah
    Penyelesaian suatu masalah biasanya tidak hanya satu, tetapi mungkin bisa beberapa macam. Sebagai ilustrasi, apabila kita berada di kota Surabaya dan ingin pergi ke Jakarta, maka banyak cara yang mungkin bisa dilakukan, misalnya kita bisa menempuh dengan angkutan darat, laut atau udara. Dengan angkutan darat kita bisa menggunakan kereta api, bus atau angkutan yang lain. Jalurnya pun kita bisa lewat jalur utara, tengah atau selatan. Jadi, banyak sekali cara penyelesaian yang bisa kita kembangkan. Masing-masing mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Dari sekian banyak penyelesaian ini, kita harus memilih satu yang berdasarkan persyaratan tertentu yang merupakan cara paling baik untuk menyelesaikan permasalahan. Setelah terpilih, maka kita dapat membuat rencana kasar (outline) penyelesaian masalah, dan membagi masalah dalam bagian-bagian yang lebih kecil. Rencana kasar (outline) penyelesaian masalah hanya berisi tahapan-tahapan utama penyelesaian masalah.
  • Merancang dan menerapkan rencana untuk memperoleh cara penyelesaian
    Pada bagian ini rencana kasar penyelesaian masalah diperbaiki dan diperjelas dengan pembagian dan urutan rinci yang harus ditempuh dalam penyelesaian masalah.
  • Memeriksa dan menyampaikan hasil dari pemecahan masalah
    Bagian ini bertujuan untuk memeriksa apakah akurasi (ketepatan) hasil dari cara yang dipilih telah memenuhi tujuan yang diinginkan. Selain itu, juga untuk melihat bagaimana daya guna dari cara yang dipilih.

0 komentar :

Posting Komentar

Terima kasih, atas saran atau usulan anda.

Translate

Menu Blog Ini

Buka Semua | Tutup Semua

 
SUPPORT: anisa indra - dmca
Copyright © 2011-2018. Citra teknologi - All Rights Reserved
Template Created by: Creating Website
Published by: Mas Template - Proudly powered by: Blogger